Real Madrid digebuk Barcelona Di Sarangnya
Sendiri
12 April 2010

MADRID, - Barcelona terbukti benar-benar perkasa,
dalam duel yang dijuluki El-Clasico Sabtu Malam 10 April 2010, El Barca
melumat klub super kaya dunia yang bertabur bintang, Real Madrid, di
kandangnyanya sendiri 0-2.
Bek Real Madrid,
Sergio Ramos, mengaku kecewa kalah 0-2 dari Barcelona, Sabtu (10/4/2010)
sehingga gagal mempertahankan takhta Divisi Primera. Meski begitu, mereka tetap
mengakui, Barcelona memang sempurna dalam hal taktik dan pantas menang.
Mengacu statistik,
Albol dan Ramos pantas kecewa. Bermain di kandang sendiri, Madrid membukukan
penguasaan bola sebesar 42 persen, namun mampu melepaskan tujuh tembakan tepat
ke gawang dari 16 usaha. Bandingkan dengan Barcelona yang berhasil menciptakan
empat peluang emas dari delapan kali percobaan.
Dengan kekalahan
itu, Madrid surut ke posisi kedua klasemen dengan 77 poin atau berselisih tiga
angka dari Barcelona di puncak klasemen. Namun, Ramos dan Albiol mengaku masih
optimistis, timnya masih bisa menjuarai liga, asal bisa memenangi tujuh duel
sisa.
"Barcelona
memeragakan permainan sempurna dari segi taktik dan itu cukup bagi mereka untuk
memenangi laga. Kami tahu, kami tak menampilkan permainan terbaik kami," ujar
Ramos.
"Itu adalah
permainan kunci di mana kami seharusnya bermain sebaik mungkin. Namun, kekalahan
ini menyakitkan kami. Sekarang, kami harus menghimpun kekuatan untuk melanjutkan
liga. Masih banyak poin yang harus diraih dan kami harus menunjukkan kemampuan
kami," lanjutnya.
Senada dengan itu,
Raul Albiol mengatakan, "Sejujurnya, sebagai sebuah tim, Barcelona lebih baik.
Mereka terorganisasi dengan sangat baik. Kami masih harus berusaha (untuk
mencapai level mereka). Mereka harus diberikan ucapan selamat. Itu adalah
pertandingan yang sulit. Namun, kami harus meningkatkan diri dan mencoba
memenangi (Divisi Primera) dalam pertandingan sisa kami."
"Kami kehilangan
kesempatan penting untuk meraih poin penih dan mengambil langkah penting (menjuarai
liga). Masih ada tujuh pertandingan dan kami harus menunggu dan melihat. Kami
telah gagal bekerja secara kolektif dan meningkatkan diri. Kami gagal di rumah
dan pada hari seperti ini, ada banyak antusiasme. Namun, kami gagal menang. Kami
harus belajar dan tahu bahwa kami harus bangkit," Tambahnya
(sumber: KOMPAS.com)